Sabtu, 10 Januari 2015

Pemahaman Filsafat Administrasi



Tugas Akhir Pak Sugeng Semester 1
 


Filsafat administrasi dapat dibagi menjadi 3 materi yaitu Leadership,administrasi dan konflik. Leadership atau kepemimpinan mempunyai teknik yaitu teknik kepemimpinan berupa pengambilan keputusan,pengambilan keputusan disini yaitu yang dikehendaki,direncanakan,dituju,mempunyai strategi,bermanfaat dan beretika. Selain itu kepemimpinan juga mempunyai sifat kepemimpinan baik fisik,mental maupun kepribadian. Administrasi adalah pekerjaan terencana yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan atas dasar efektif,efisien dan rasional. Dengan ini seorang leader harus mampu memberikan motivasi agar pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dapat terencana dan mencapai tujuan bersama. Konflik dapat diartikan sebagai perbedaan,pertentangan dan perselisihan yang disebabkan oleh status,tujuan,nilai,persepsi,perbedaan,kepentingan,emosi dan psikologis. Menurut pandangan konflik tradisional,konflik adalah buruk dan negatif sedangkan menurut pandangan hubungan manusia,konflik merupakan hasil wajar dan tidak terelakan. Dengan ini cara penyelesaian konflik dapat berupa gencatan senjata,abitrasi,mediasi,konsiliasi,stalemate,ajudikasi atau pun bisa juga dengan cara elimination,domination,majority rule,minority consent,kompromi dan integrasi. Sehingga dari pernyataan-pernyataan diatas,filsafat administrasi memerlukan peranan-peranan leadership dan administrasi serta tidak bisa terlepas dengan konflik karena konflik tidak bisa terelakan.
                      

Selasa, 04 November 2014

Hubungan Adminidtrasi dan Teori Manusia X, Y, Z



Nama            : Yulia Ester K Putri

Prodi             : Ilmu Adminisrasi Negara (B)

Fakultas        : Ilmu Sosial dan Politik

Mata Kuliah : Filsafat Administrasi Negara


                Teori X merupakan karakter manusia yang tidak baik atau jelek, teori tidak baik untuk menjadi karakter seorang leader. Seorang leader sebaiknya mempunyai karakter Y. Teori Y merupakan karakter yang baik. Sedangkan teori Z merupakan karakter umum, ada karakter baik dan ada karakter yang jelek. Seorang leader harus mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang baik seperti teori Y serta bisa bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama. Jika seorang leader tidak mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang baik, maka leadership atau kepemimpinan tidak akan baik, bahkan dapat menimbulkan masalah. Untuk menjadi seorang leader atau pemimpin harus bisa berfungsi dan mengayomi anggotanya dalam situasi apapun atau menyesuaikan situasi yang sedang terjadi atau berlangsung.



                Sifat yang sebaiknya dimiliki seorang pemimpin atau leader yaitu takwa, jujur, tegas, displin, bijaksana dll. Pemimpin harus fokus kepada pekerjaan dan bawahannya. Bila tidak ada leadership atau kepemimpinan, maka akan menimbulkan terjadinya hukum rimba, serta yang kuat akan memakan yang lemah.



 



 






Nama            : Yulia Ester K Putri


Prodi             : Ilmu Adminisrasi Negara (B)

Fakultas        : Ilmu Sosial dan Politik

Mata Kuliah : Filsafat Administrasi Negara

 

                Teori X merupakan karakter manusia yang tidak baik atau jelek, teori tidak baik untuk menjadi karakter seorang leader. Seorang leader sebaiknya mempunyai karakter Y. Teori Y merupakan karakter yang baik. Sedangkan teori Z merupakan karakter umum, ada karakter baik dan ada karakter yang jelek. Seorang leader harus mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang baik seperti teori Y serta bisa bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama. Jika seorang leader tidak mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang baik, maka leadership atau kepemimpinan tidak akan baik, bahkan dapat menimbulkan masalah. Untuk menjadi seorang leader atau pemimpin harus bisa berfungsi dan mengayomi anggotanya dalam situasi apapun atau menyesuaikan situasi yang sedang terjadi atau berlangsung.

                Sifat yang sebaiknya dimiliki seorang pemimpin atau leader yaitu takwa, jujur, tegas, displin, bijaksana dll. Pemimpin harus fokus kepada pekerjaan dan bawahannya. Bila tidak ada leadership atau kepemimpinan, maka akan menimbulkan terjadinya hukum rimba, serta yang kuat akan memakan yang lemah.